Kojam.id Palopo, 27 Februari 2025 – Warga Perumahan Permata Temmalebba kembali menyampaikan keluhan serius terkait distribusi air bersih yang dinilai tidak normal dan telah berlangsung cukup lama. Hampir setiap hari air tidak mengalir pada waktu-waktu krusial, khususnya di pagi hari saat kebutuhan rumah tangga sedang tinggi,
Seorang ibu rumah tangga mengungkapkan keresahannya, terlebih saat ini memasuki bulan puasa.
“Jam 6 pagi sudah tidak mengalir lagi. Nanti siang baru kadang mengalir. Padahal aktivitas utama itu di pagi hari, mau mencuci, memasak, bersih-bersih. Apalagi ini bulan puasa, kebutuhan air justru lebih banyak untuk sahur dan persiapan berbuka Seolah-olah sudah jadi kebiasaan, tiap hari mati air,” ujarnya.
Kondisi ini dinilai semakin ironis ketika terdapat pemberitahuan resmi terkait perbaikan pipa Di lapangan, air justru sering kali sudah tidak mengalir sebelum waktu perbaikan yang diumumkan, Estimasi durasi gangguan pun kerap meleset dari kenyataan Akibatnya, warga kesulitan mengatur kebutuhan dasar, mulai dari memasak, mencuci, hingga keperluan ibadah dan aktivitas keluarga lainnya, terutama di bulan Ramadan yang menuntut kesiapan sejak dini hari Keluhan warga juga menyentuh soal ketidakseimbangan antara kewajiban dan pelayanan.
“Kalau kami terlambat membayar, bulan kedua sudah ada surat pemberitahuan, istilahnya ‘surat cinta’. Masuk bulan ketiga belum bayar, langsung diputus. Tapi ketika air tidak mengalir.
tidak ada kompensasi atau solusi yang jelas,” ungkap salah satu warga.
Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar mengenai standar pelayanan dan komitmen terhadap hak konsumen. Dalam hubungan antara penyedia layanan dan pelanggan, seharusnya terdapat keseimbangan antara kewajiban membayar dan hak untuk mendapatkan layanan yang layak.
Ketegasan dalam penagihan semestinya diiringi dengan profesionalisme dalam menjaga kontinuitas distribusi air.
Warga menilai persoalan ini tidak bisa lagi dianggap sebagai gangguan teknis biasa. Jika terjadi berulang tanpa kepastian penyelesaian, hal tersebut mencerminkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pelayanan dan sistem distribusi.
Transparansi jadwal perbaikan, kejelasan durasi gangguan, serta mekanisme pengaduan yang cepat dan responsif menjadi tuntutan utama masyarakat saat ini.
Selain itu, pembenahan infrastruktur jaringan dinilai mendesak agar permasalahan tidak terus berulang. Apabila terdapat kendala teknis serius, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan terbuka serta langkah konkret penanganan, bukan sekadar pemberitahuan formal tanpa kepastian hasil.
Warga Permata Temmalebba berharap pihak terkait segera turun langsung melakukan peninjauan lapangan dan membuka ruang dialog dengan masyarakat. Solusi jangka pendek seperti distribusi bantuan air bersih saat gangguan berkepanjangan, serta solusi jangka panjang berupa perbaikan sistem jaringan distribusi, harus menjadi prioritas.
Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat, terlebih di bulan puasa yang menuntut kesiapan sejak dini hari hingga malam hari.
Karena itu, permasalahan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan penyelesaian.
“Warga menegaskan bahwa yang mereka tuntut bukanlah sesuatu yang berlebihan, melainkan hak atas pelayanan yang adil, profesional, dan manusiawi”.
(Penulis ishal)











