Kojam.id-Makassar, 6 Desember 2025 – Pemilihan RT di Makassar kembali menjadi sorotan publik setelah munculnya berbagai laporan tentang kecurangan dan ketidaktransparanan dalam proses pemilihan. Banyak warga yang mengaku tidak mendapatkan undangan pemilihan karena permainan oleh PJ RT dan pihak kelurahan.
Selain itu, beberapa calon RT juga dilaporkan melakukan pelanggaran dengan membagi-bagi amplop dan sembako kepada warga untuk mendapatkan suara. Hal ini tentu saja merusak nilai demokrasi dan membuat proses pemilihan menjadi tidak adil.
“Pemilu RT di Makassar ini tidak transparan dan penuh kecurangan. Banyak calon RT yang melakukan pelanggaran dan membagi-bagi amplop serta sembako untuk mendapatkan suara,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Laporan tentang kecurangan dan ketidaktransparanan dalam pemilu RT di Makassar ini tentu saja sangat memprihatinkan. Pasalnya, pemilu RT seharusnya menjadi ajang untuk memilih pemimpin yang amanah dan berintegritas, bukan ajang untuk memperkaya diri sendiri.
“Kami meminta kepada pihak berwenang untuk menginvestigasi kasus ini dan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku kecurangan,” tambah warga lainnya.
Pemilu RT di Makassar seharusnya menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjalankan proses demokrasi yang transparan dan adil. Namun, dengan adanya laporan kecurangan dan ketidaktransparanan ini, membuat kita meragukan kualitas demokrasi di kota ini.
“Kami berharap pihak berwenang dapat menindaklanjuti laporan ini dan memastikan bahwa proses pemilu RT di Makassar berjalan dengan transparan dan adil,” kata seorang aktivis masyarakat.
Dengan demikian, masyarakat berharap agar pemilu RT di Makassar dapat berjalan dengan transparan dan adil, serta memilih pemimpin yang amanah dan berintegritas.











