Quota BBM Bersubsidi Di Enrekang Minim Sementara Kebutuhan Masyarakat Meningkat .

Kojam.id-Kabupaten Enrekang paling sedikit mendapatkan quota BBM bersubsidi di Provinsi Sulsel di bandingkan daerah lain dimana letak keadilan pemerintah bagi masyarakat yang kurang mampu?Ungkap salah seorang Sumber kepada Wartawan ” masalahnya quota nya kurang sekali sementara pemakaian masyarakat cukup tinggi kemudian cuma tiga SPBU di Enrekang yang efektif melayani masyarakat . Pertamina di kota Enrekang , Pertamina Sossok dan SPBU Kalosi , SPBU Baraka sudah lama. di tutup
namun yang paling signifikan memberikan pelayanan SPBU Kalosi dengan no 74.917.01 kecamatan Alla setiap hari kehabisan BBM bersubsidi berupa solar dan pertalite 4 jam menjual sudah kehabisan BBM bersubsidi semestinya menjual 24 jam kalau mengikuti
tingkat kebutuhan konsumen seperti kendaraan umum roda dua dan empat ,mobil truk selalu antri menunggu pengisian BBM solar dan pertalite ‘antrian panjang menutupi sebagia badan jalan untuk menunggu mendapatkan Solar dan pertalite .

Termasuk kebutuhan petani untuk sektor pertanian., perkebunan “menurut sumber bahwa idealnya SPBU Kalosi menjual pertalite 16 kl solar 16kl (ton) setiap hari masing-masing 2 mobil tangki kalau boleh lebih dari itu “bayangkan. saja “pemakaian petani cukup signifikan untuk di gunakan. di lahan pertanian bawang merah karena daerah Duri 80. persen petani bawang membutuhkan pertalite dengan solar untuk di pakai di mesin diesel pemompa air ‘pihak pengusaha. SPBU menunggu kebijakan pemerintah daerah dalam hal ini Bupati bahwa peran nya sangat besar dalam membantu penambahab quota BBM bersubsidi. di daerah nya”setidak nya sebelum bermohon Quota ke pemerintah pusat untuk di tindaklanjuti BPH migas pemerintah harus melakukan survei lapangan lebih dahulu seberapa banyak jumlah kebutuhan masyarakat nya untuk pemakaian BBM bersubsidi .bayangkan saja pertàlite cuma 8( ton ) begitu juga solar 8 kl(ton) SPBU dapat jatah sebanyak itu masih kekurangan untuk melayani masyarakat papar Sumber ke awak media “Selasa 20 Januari 2026 lalu’
dia berharap ada perhatian Bupati terkait hal ini

Ketika awak media menyambangi kantor Bupati Enrekang mempertanyakan keluhan publik soal sedikitnya quota BBM bersubsidi. di Enrekang. “Bupati Yusuf Ritangnga. “mengatakan “kita tidak punya kewenangan dalam menambah quota pemerintah hanya menfasilitasi petani untuk mendapatkan rekomendasi BBM bersubsidi ,saya berharap ada asosiasi SPBU mengusulkan quota BBM bersubsidi jangan minta pribadi -pribadi agak susah kalau seperti itu sudah berapakali ,pemerintah berupaya mengusulkan ke pusat , meskipun tidak di survei karena kita tahu bahwa sebagian besar petani butuh BBM bersubsidi “pungkasnya ‘ketika di konfirmasi kepala bagian SDA,tidak menahu quota BBM bersubsidi di Enrekang sehingga wartawan belum mendapatkan informasi terkait jumlah quota BBM bersubsidi di Enrekang.

Peran pemerintah daerah dalam mengusulkan penambahan quota BBM bersubsidi didaerah nya jika quota yang ada di rasa kurang atau terjadi kelangkaan namun penetapan melalui BPH Migas (badan pengatur hilir minyak dan gas bumi ,Pemda mengusulkan penambahan quota solar dan pertalite menipis atau tidak mencukupi kebutuha riil ,Pemda berhak mengusulkan surat penambaha quota ke BPH Migas